MEMBANGUN KEPERCAYAAN KONSUMEN TN. TAKA BONERATE

“Konsumen adalah raja”, ungkapan ini sering kita dengar dimana saja, mulai dari bisnis kecil, usaha menengah sampai bisnis yang besar sekalipun menempatkan konsumen sebagai sudut pandang dalam melakukan penjualan, ya perumusan dan strategi harus dipastikan berorientasi terhadap konsumen, apalagi dalam bisnis produk wisata, produk tak benda sebagai objek penjualan. Pengunjung yang berminat ke TN Taka Bonerate adalah pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam beserta keunikan didalamnya sebagai objek yang ingin mereka beli. Sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk yang kita jual, konsumen tentunya ingin tahu apakah produk tersebut sesuai sebagaimana yang terlintas dibenak mereka. Oleh karenanya diperlukan suatu strategi untuk membangun kepercayaan konsumen TN Taka Bonerate, tentang apa yang kita jual, apakah mampu menjawab kenyataan yang mereka terima sesuai harapan yang terbentuk sebelum mereka berkunjung ?.

Memberikan keyakinan kepada wisatawan melalui pemberian informasi yang benar dan jujur. Objek wisata kita siapkan berdasarkan segment konsumen, layanan berkualitas dan ikhlas mampu memberi pengalaman positif kepada konsumen. Kepuasan melalui konsumen terlihat melalui ekspresi perilaku positif selama menjalani paket wisata yang mereka beli, menjabat tangan dengan erat guidenya ketika layanan wisata berakhir serta berjanji untuk memberikan rekomendasi postif kepada orang lain adalah salah satu indikator keberhasilan membangun interest pengunjung.

Hmmm…., yuk kita ulas apa saja yang kita lakukan untuk membangun kepercayaan konsumen TN. Taka Bonerate.

  • Berikan informasi yang jujur kepada calon pengunjung.

Faktor kaingin tahuan dan ketidak tahuan mendorong calon pengunjung untuk banyak bertanya sebelum mereka memutuskan membeli produk wisata TN. Taka Bonerate. Terkadang pertanyaan itu sederhana bagi kita tetapi informasi yang kita berikan sangat berharga bagi calon pengunjung, misalnya “listrik di Pulau Tinabo tidak tersedia 24 jam, tetapi hanya tersedia mulai pukul 18.00 sd 23.00 WITA”. Informasi ini akan membuat pengunjung untuk lebih siap dalam menggunakan energi listrik, seperti mencash peralatan elektronik, membaca diwaktu terang, menonton tv pada jam tertentu dll.

Informasi lainnya, “selama anda beraktifitas di pulau Tinabo, Tidak tersedia air tawar untuk keperluan mandi dan cuci”. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan baru seperti “apakah tersedia air tawar yang dijual 5 literan, apakah ada air tawar untuk keperluan sikat gigi, apakah ada koperasi yang menjual air tawar disekitar area aktifitas, dll”. Diperlukan jawaban informatif untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, konsumen akan mempersiapkan kebutuhan tambahannya berdasar informasi atau umpan balik yang kita berikan.

  • Mendorong perilaku wisatawan sesuai prinsip keberlanjutan.

Konsumen biasanya peduli dengan tempat dimana mereka berada, menjunjung tinggi adat-istiadat setempat adalah suatu keharusan untuk menjamin keberlanjutan budaya di TN. Taka Bonerate, misalnya”Untuk menghormati adat istiadat, budaya, dan nilai religius desa-desa dalam kawasan TN. Taka Bonerate, pengunjung harus menggunakan pakaian sopan dan pantas ketika berkunjung ke pulau-pulau yang berpenghuni”, pernyataan ini adalah sesuatu yang boleh dan tidak boleh sebagaimana  tertuang dalam tata tertib wisata bahari berdasarkan standar operasional pelaksanaan layanan jasa wisata di TN. Taka Bonerate.

Dalam prinsip keberlanjutan ekosistem perairan/bahari TN. Taka Bonerate diperlakukan larangan-larangan sebagai berikut :

  1. Dilarang melakukan penyelaman sendiri (solo).
  2. Dilarang menggunakan sarung tangan ketika menyelam, kecuali ada ijin khusus.
  3. Dilarang menginjak/menyentuh karang.
  4. Dilarang mengaduk sedimen bawah laut.
  5. Dilarang menyentuh atau mengejar biota laut (penyu, hiu, dll).
  6. Dilarang membeli souvenir dari bahan biota laut yang dilindungi.
  7. Dilarang mengambil, memindahkan, menambahkan spesimen dari dalam kawasan taman nasional.
  8. Dilarang membunuh flora dan fauna
  9. Dan lain-lain

Penghormatan adat istiadat dan larangan-larangan ini tidak akan menumbuhkan antipati terhadap TN. Taka Bonerate, tetapi mampu memberikan kesan kepada konsumen bahwa mereka berada ditempat istimewa, tempat dimana alamnya benar-benar dikonservasi sehingga harga yang mereka bayar setimpal karena mendapatkan produk ekosistem yang optimal.

  • Gunakan testimoni

Informasi yang mereka terima melalui platform media sosial seperti facebook, youtube, Instagram dll telah banyak mereka miliki, tetapi terkadang memerlukan pendapat atau apa yang dikatakan oleh orang lain yang pernah berkunjung ke TN Taka Bonerate. Pendapat itu diperlukan untuk menambah keyakinan konsumen sebelum memutuskan membeli produk wisata ke Taka Bonerate. Berikan link yang mengarahkan konsumen untuk melihat beberapa testimoni, seperti contoh berikut :

  • Gunakan artikel sebagai pengganti iklan.

Bahasa pemasaran terkadang memunculkan ketidak percayaan terhadap sebagian konsumen, mereka memerlukan ulasan berdasar fakta ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Kirimkan link atau E-booklet, E-buletin, ataupun hasil penelitian berdasarkan keingintahuan calon pengunjung.

  • Berikan sesuatu secara gratis.

Dalam tahap penjajakan produk wisata TN. Taka Bonerate, konsumen banyak bertanya dan terkadang diluar kemampuan kita untuk menjelaskannya secara lengkap dan detail, apalagi hubungan komunikasi tersebut terjalin melalui sms, WA ataupun email. Setelah kita faham ketertarikan konsumen dan tanpa mereka meminta, berikan secara gratis informasi yang mereka perlukan seperti E-booklet, E-buletin, E-brosur dll.

  • Personalisasi marketing

Marketing haruslah resmi, tetapi jangan terlalu menonjolkan apa dan dimana perusahaan anda, konsumen sadar dengan siapa mereka berhubungan, oleh karenanya menyatu dan meleburlah dalam perusahaan anda, biarkan personalitas dan profesionalisme pribadi anda yang menonjol ketika berinteraksi dengan konsumen, menguasai dan tahu apa yang harus dilakukan di setiap sesi layanan produk wisata akan memberikan rasa nyaman bagi konsumen. Mereka lebih ingat guidenya daripada tour travelnya.

  • Interpretasi setiap informasi.

Konsumen tidak hanya perlu melihat dan tahu apa yang mereka lihat, tetapi mereka memerlukan informasi yang bermakna disetiap destinasi yang ditawarkan sesuai itinerary, kejutan informasi mampu membangkitkan energi untuk tahu, melihat kemudian mendengarkan interpretasi setiap informasi destinasi wisata.

  • Permudah untuk berhubungan dengan kita.

Komunikasi hendaknya mudah dilakukan saat pra dan pasca layanan. Berikan segala nomor kontak dan media yang bisa digunakan untuk terus berkomunikasi, jika perlu penjelasan lebih rinci, sesekali lakukan inisiatif untuk menelpon calon konsumen. Saat pasca layanan jasa wisata, bangunlah komunikasi intens seperlunya untuk mengembangkan kepercayaan, komunikasi ataupun bertemu secara regular/insidentil sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen untuk memberikan rekomendasi positif ke calon konsumen lain atau melakukan kunjungan ulang bersama rombongan baru.

Nah…., konsumen yang diperlakukan bak raja dan mereka sepenuhnya menyadari layanan yang berhak mereka terima sesuai dengan harapan/ekspektasi awal, sehingga mendekati kenyataan sebagaimana brand yang terbentuk melalui pengetahuan konsumen akan membangun kepercayaan konsumen, dampak nyata ke TN Taka Bonerate sebagai penyedia produk/objek wisata adalah peningkatan kuantitas pengunjung sehingga berefek terhadap peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Penulis : Saleh Rahman/PEH Muda

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.