SISTEMATIKA PELAYANAN PEMANDUAN KE TAMAN NASIONAL TAKA BONERATE

Pelayanan pemanduan wisata diartikan sebagai sebuah tindakan untuk memberikan informasi yang benar dan tepat kepada wisatawan dengan maksud wisatawan mencapai tujuan perjalanan wisatanya. Taman Nasional (TN) Taka Bonerate dengan kondisi geografis berupa hamparan terumbu karang dengan diantarai pulau-pulau kecil yang luasnya tidak lebih dari 70 Ha, memerlukan jasa pemanduan bagi pengunjung. Jasa pemandu akan membangun hubungan interpersonal secara interaksional. Pemandu harus mampu mendekatkan antara harapan dan realitas yang diterima wisatawan. Dalam sistematika layanan pemanduan wisatawan ke Taka Bonerate, penulis akan membagi kedalam sub bahasan, diantaranya :

A. Layanan Pertemuan Awal.

Pertemuan awal antara wisatawan dan pemandu yang hendak ke TN Taka Bonerate, terjadi di dua tempat, yakni bandara Aroeppala Selayar dan Kota Benteng (Kota Kab. Kepulauan Selayar). Tempat tersebut adalah entry point bagi pengunjung yang hendak ke TN Taka Bonerate. Sebelum bertemu dengan klien (sebutan bagi pemandu untuk pengunjung), pemandu harus siap secara fisik dan mental, pemandu telah mempersiapkan segala administrasi perjalanan yang dibutuhkan oleh kliennya. Layanan pertemuan awal ditumbuhkan kesan saling menghargai, bersikap professional (bukan pelayan), mendengarkan harapan klien secara langsung, kemudian memberikan jawaban untuk mendekatkan harapan klien. Kesan pertemuan awal akan mempengaruhi mood perjalanan wisata selanjutnya.

B. Layanan sebelum perjalanan.

Perjalanan ke TN Taka Bonerate melalui pelabuhan pantai timur Pattumbukang di dahului dengan perjalanan darat sekitar 1 jam 20 menit, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan laut dengan menggunakan kapal tradisional (sebutan local “joloro”) sekitar 4 s.d 5 jam. Selama melakukan perjalanan menuju objek kunjungan wisata, diperlukan layanan untuk membantu memberi informasi terkait proses perjalanan, breafing atau penjelasan singkat sebelum melakukan perjalanan darat diperlukan untuk memberikan kesiapan secara fisik dan mental bagi klien.

Informasi yang diberikan terkait waktu yang diperlukan menuju pelabuhan pattumbukang, misalnya kondisi sosial budaya masyarakat selayar sepanjang rute menuju pelabuhan, kondisi sarpras seperti jalan aspal, destinasi alternatif, pelabuhan pattumbukan dll. yang diperlukan oleh klien wisata. Informasi singkat yang diberikan hendaknya bersifat efektif, artinya informasi yang dibagikan dapat digunakan saat itu juga. Setelah pengunjung tiba di pelabuhan Pattumbukang, perjalanan dilanjutkan dengan perjalanan laut. Sebelum bertolak dari pelabuhan Pattumbukan menuju TN. Taka Bonerate, hendaknya dilakukan lagi briefing singkat. Dalam penjelasan singkat ini, informasi yang diberikan diantaranya :

  1. Waktu tempuh menuju objek wisata (misalnya pulau Tinabo Besar).
  2. Kondisi riil tinggi gelombang saat kunjungan pengunjung
  3. Penggunaan jacket pelampung sebagai bagian safety pengunjung
  4. Menginformasikan pada 2 jam pertama sejak meninggalkan pelabuhan, kapal akan diombang-ambingkan ombak oleh kondisi perairan pantai timur, 2 jam selanjutnya ombak relatif stabil karena telah terhalang oleh gugusan atoll Taka Bonerate. (kondisi musim timur)
  5. 2 jam 30 menit pertama sejak meninggalkan pelabuhan, pengunjung tidak akan melihat pulau didepan pandangan mereka sebagai tujuan kedatangan, setelah melewati fase waktu tersebut, baru terlihat pulau “Latondu Kecil” sebagai bagian dari TN. Taka Bonerate.
  6. Memastikan barang elektronik tersimpan aman dalam tas, menghindari basah saat menuju kawasan TN. Taka Bonerate.
  7. Memastikan tempat duduk klien nyaman saat berada di kapal, perjalanan ke tujuan kedatangan memerlukan waktu sekitar 4 jam sd 5 jam.
  8. Simpan tas yang memuat tentang keperluan dasar selama berada di atas kapal pada tempat yang mudah di jangkau.
  9. Tas/barang yang sekiranya tidak akan diperlukan selama perjalanan menuju Taka Bonerate di simpan dalam palka kapal yang di sediakan.
  10. Siapkan headset atau penutup telinga selama perjalanan menuju taka bonerate, karena kapal menggunakan “mesin dalam” sebagai tenaga pendorong kapal, jenis “mesin dalam” sangat berisik.
  11. Siapkan bantal untuk menemani anda istirahat sejenak sembari menuju ke objek wisata tujuan.

Layanan sebelum perjalanan hendaknya memberi kesan yang baik dan informatif bagi wisatawan, sehingga klien dapat mengatur strategi masing-masing untuk tetap menjaga kebugaran fisik.

C. Layanan dalam perjalanan wisatawan

Perjalanan wisata di TN. Taka Bonerate biasanya dimulai sehari setelah kedatangan Pemanduan wisata bahari berbeda dengan pemanduan wisata daratan, pemanduan harus bersifat melekat atau pemandu ikut serta diatas kapal rombongan klien selama dalam bingkai program perjalanan wisata.

Penjelasan singkat dimalam pertama kedatangan sangat diperlukan, informasi tersebut misalnya urutan kunjungan sesuai itinerary yang disepakati bersama, penggunaan waktu mulai dan akhir kunjungan/hari, informasi kondisi lingkungan sekitar penginapan (sarpras wisata yang bisa diakses, waktu sunrise dan sunset, luas pulau, jenis flora/fauna khas dll), jenis kapal yang digunakan, perkenalan guide dan tim kerja yang membantu kegiatan wisata.

Perjalanan wisata dimulai pada pukul 08.00 WITA, segala persiapan yang mendukung perjalanan wisata telah selesai sebelum kegiatan wisata dimulai. Kapal, anak buah kapal (ABK) dan guide yang mendampingi juga harus sudah posisi siap. Ketika waktu telah menunjukkan pukul 08.00 WITA, leader guide mengingatkan kepada koordinator klien, bahwa segala persiapan telah siap, sewaktu memberikan informasi, leader guide tidak boleh bertindak seolah-olah, waktu yang ditentukan adalah perintah yang harus ditaati, tetapi sifatnya memberi keleluasaan terhadap klien untuk segera berbenah dan menjemput harapan kepuasan wisata yang mereka inginkan.

Ketika total klien telah berada diatas kapal, penjelasan singkat kepada tamu di berikan sekitar 3 s.d 5 menit, Informasi singkat mengenai kegiatan wisata harian, jarak tempuh antara spot kunjungan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di kawasan konservasi serta melakukan doa bersama sebelum kegiatan wisata. Akses komunikasi dibuka seluas-luasnya antara guide dan klien, berbaur ditengah klien membantu mencairkan suasana kekakuan komunikasi, sehingga informasi yang terlihat langsung oleh klien, bisa meminta penjelasan ke guide, misalnya : kenapa kapal “rompong” bercadik lebar?, kenapa rumah masyarakat umumnya rumah panggung?, kenapa vegetasi yang mendominasi pulau berpenghuni adalah kelapa (Cocos nucifera)?. komunikasi intens dan informatif akan memberikan kedekatan personal selama kegiatan berlangsung.

Selama melakukan layanan/bimbingan dalam perjalanan wisata, harus selalu mempertimbangkan unsur profil wisatawan, interest, kesehatan dan keselamatan di medan perjalanan wisata. Perhatikan mood wisatawan disetiap spotnya, ketika merasa tidak nyaman/kecewa, usahakan alihkan pada atraksi wisata lain yang terdekat, berikan interpretasi menarik disetiap spot yang dikunjungi, interpretasi membantu menggali makna dari setiap informasi yang diperoleh oleh klien, makna tersembunyi dan menarik dari setiap informasi mampu membangkitkan interest klien wisata.

Perjalanan wisata bahari, harus tetap mempertimbangkan setiap kejadian yang tidak terduga, sebagai seorang pemandu, dalam menghadapi kondisi seperti ini harus bersikap tenang dan mengayomi. Kejadian yang memerlukan pertolongan kepada wisatawan, hendaknya terlihat ikhlas dan tanpa pamrih, semata-mata dilakukan hanya untuk memperlancar kegiatan pemanduan klien.

D. Layanan Akhir Perjalanan

Paket yang umum digunakan oleh pengunjung ke Taka Bonerate adalah paket 3 hari 2 malam, ketika jadwal acara berakhir sesuai dengan perencanaan bersama, maka harus dipastikan bahwa jumlah klien harus sama dengan jumlah saat memulai perjalanan, pastikan juga bahwa barang bawaan klien tidak ada yang tertinggal.

Salam perpisahan dan foto bersama sebelum meninggalkan lokasi kunjungan objek wisata dapat digunakan sebagai barometer kepuasan klien wisata, selain itu kesan dan pesan atas perjalanan wisata yang baru ditempuh dituangkan dalam buku tamu yang tersedia. Harapan, doa, keselamatan dan kesehatan pengunjung adalah menjadi kata penutup bagi klien wisata.

Sebelum layanan wisata benar-benar berakhir, biasanya klien wisata akan meminta saran terkait dengan belanja barang kerajinan atau souvenir yang tersedia, sikap yang ditampilkan adalah tidak memberi kesan kalau pemandu mencari keuntungan, tidak melakukan paksaan atau menyuruh membeli tetapi memberikan pandangan terkait keaslian, proses pembuatan, harga yang pantas, untuk menjadi pertimbangan belanja bagi klien wisata.

Perjalanan yang berakhir dengan baik, berkesan baik, memberi kenangan indah, tidak merusak pekerjaan yang telah diusahakan dengan baik merupakan asset profesi bagi pemandu wisata. Profesi pemandu yang direkomendasikan ke teman/kenalan/keluarga klien wisata merupakan keberhasilan bagi pramuwisata. Keberhasilan mendekatkan ekspektasi dari berbagai informasi yang diperoleh sebelum melakukan kunjungan wisata, ekspektasi berdasarkan jadwal acara yang disusun berdasar kesepakatan bersama. Sehingga mendekatkan terhadap persepsi kenyataan yang diterima klien selama berwisata di TN Taka Bonerate.

Penulis : Saleh Rahman (PEH Muda TN Taka Bonerate)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.