PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PULAU TINABO DAN SEKITARNYA MELALUI BUKU TAMU

Persepsi adalah suatu usaha untuk mencari interpretasi terbaik terhadap informasi sensoris yang didasarkan pada pengetahuan individu terhadap objek persepsi (Atkinson et al, 1983). Buku tamu adalah salah satu perekaman tertulis dari tamu yang mengunjungi suatu lokasi/objek, manfaat buku tamu, selain untuk menjalin tali silaturahmi, juga untuk memberi kesempatan tamu, untuk berkomentar terhadap jasa yang mereka terima, dengan cara mereka sendiri. Komentar di buku tamu sangat berguna bagi pengelola suatu objek/penjual jasa dalam memperbaiki suatu layanan. Mengetahui kelemahan dan kekuatan layanan melalui cara pandang dari pelanggan/tamu.
Buku tamu yang disimpulkan adalah buku tamu periode 2014 sd 2016. Tidak semua pengunjung Taman Nasional meluangkan waktu untuk menulis sesuatu di buku tamu, terkadang diwakilkan terhadap ketua rombongan, yang di tuakan, ataupun yang punya waktu luang. Umumnya yang mereka tulis adalah ekspresi layanan yang mereka terima, kondisi objek/jasa yang mereka beli, dan beberapa saran/kritik terhadap pengelola objek atau institusi.
Total yang mengisi buku tamu di pulau Tinabo dalam rentang waktu 2014 s.d 2016 jika di rata-ratakan sebanyak 248 orang, diisi oleh wisatawan nusantara (wisnu) sekitar 85% sd 90%, sisanya diisi oleh wisatawan mancanegara (wisman). Total yang mengisi buku tamu sebagaimana tabel berikut :

Total wisman/wisnu mengisi buku tamu

Tingkat kepuasan pengunjung sangat tinggi, mencapai 90% setiap tahunnya. Faktor keanekaragaman hayati yang tinggi, keaslian/kealamian objek, dan manajemen pengelolaan mempengaruhi pembentukan persepsi positif pengunjung. Ekspresi kepuasan pengunjung diungkapkan dengan kata-kata masing-masing, kata “kereeen” menjadi pilihan kata paling favorit sebagaimana terlihat pada gambar berikut:

Tingkat ekspresi kepuasan pengunjung

Ungkapan keren meliputi wow….., amazing…, sempurna banget, kepingan surga, dan lainnya sebesar 45,87%, kepuasan pengunjung melalui pelayanan petugas pada peringkat kedua dengan persentase sebesar 15,47%, layanan petugas dimaksud adalah sikap sadar wisata, kemampuan menginterpretasi setiap objek, memberi informasi yang benar, dan layanan dengan mengutamakan keselamatan pengunjung.
Selain tulisan ekspresi kepuasan pengunjung sebagai apresiasi terhadap pengelolaan taman nasional, tentunya diperlukan juga saran/kritik, sehingga tidak terlenakan oleh pujian/sanjungan pengunjung. Saran/kritik sangat berguna bagi langkah maju pengelolaan taman nasional secara umum dan pengembangan ekowisata secara khusus. Saran/kritik terlihat sebagaimana gambar berikut :

Persentase saran/kritik pengunjung

Selama kurun waktu 2014 s.d 2016, pengunjung cenderung mengeluhkan sampah, persentase saran/kritik terkait sampah mencapai 21,32%, sampah di Pulau Tinabo disebabkan oleh pengunjung dan alam, penanganan sampah oleh pengunjung bisa diminimalisir oleh pihak pengelola, dengan membangun sikap berwisata sadar lingkungan, penyiapan tempat sampah pada area aktifitas pengunjung. Sedangkan penanganan sampah oleh alam, masih sangat susah, Karena sampah yang terdampar melalui pinggir pantai secara kontinyu bertambah setiap harinya, padahal personil yang bertugas di Pulau Tinabo terbatas.
Permasalahan menonjol lainnya adalah makanan dengan persentase sebesar 13,24%, permintaan variasi makanan setiap harinya, penyesuaian kadar gizi dengan aktifitas wahana air, tidak ada alternatif penyiapan makanan selain dari pengelola menjadi keluhan yang umum dari pengunjung. Ketersediaan air tawar menjadi kritik berikutnya dengan persentase mencapai 10,29%. Pulau Tinabo dengan luas 17,17 Ha tidak mampu menyiapkan air tanah yang tawar Karena tingginya intrusi air laut dan tekstur pulau berupa pasir dari pecahan karang.
Jika di lihat kecenderungan permasalahan selama periode tahun 2014 s.d 2016, cenderung menurun, sebagai contoh permasalahan terkait sampah ditahun 2014 disoroti sebanyak 15 orang, tahun 2015 dan 2016 masing-masing disoroti 7 orang. Kritik/saran terkait makanan ditahun 2014 disoroti sebanyak 13 orang, tahun berikutnya hanya disoroti oleh 3 orang. Begitu juga kritik terkait kenyamanan penginapan ditahun 2014 disoroti sebanyak 7 orang, kemudian tahun 2015 dan 2016 masing-masing hanya disoroti 2 orang. Perubahan permasalahan setiap tahunnya, terkait kritik/saran yang ditulis melalui buku tamu, menandakan bahwa taman nasional melalui SPTN Wilayah I Tarupa cukup peka, berusaha terbuka dan merubah permasalahan pelayanan ke arah yang lebih baik, berorientasi terhadap kepentingan pengunjung selaku penikmat jasa lingkungan.
Persepsi positif wisatawan menjadi kekuatan bagi organisasi taman nasional untuk terus bergerak memperbaiki layanan, dukungan seluruh stakeholder membantu percepatan permasalahan yang dikeluhkan, sehingga makin memperbaiki kualitas layanan jasa wisata, peningkatan kualitas berkorelasi dengan peningkatan kuantitas pengunjung ke Pulau Tinabo, Taman Nasional Taka Bonerate.

Penulis : Saleh Rahman (PEH Muda TN Taka Bonerate)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.